ASAL MULA SIANG DAN MALAM...
Pada zaman dahulu, belum ada siang atau malam di bumi. Matahari dan
Bulan tidak muncul secara teratur. Mereka sama-sama merasa lebih baik
dari yang lain. Bulan dan Matahari saling berebut untuk muncul di langit
bumi. Pertengkaran antara Matahari dan Bulan acap kali terjadi.
“Bulan, sebaiknya kamu pergi saja, karena aku lebih baik darimu.
Lihat, bumi menjadi terang dan manusia bisa melakukan kegiatannya.” kata
Matahari kepada Bulan.
“Bukankah kamu yang sebaiknya pergi. Kalau aku muncul, manusia bisa beristirahat dan tidak kepanasan.” bantah Bulan.
“Hei Bulan, coba kamu pikir, kalau tidak ada aku, manusia akan
tiduuuur terus, tidak bisa bekerja karena gelap. Kalau manusia tidak
bisa bekerja, bagaimana mereka mencari makan?” Matahari semakin marah.
“Matahari, sudahlah. Kamu tidak bisa menyangkal kalau aku lebih indah
darimu. Aku bisa muncul dengan berbagai bentuk, kadang bulat penuh,
berbentuk sabit, atau setengah lingkaran. Lagipula kalau aku muncul,
teman-temanku si Bintang selalu mau menampilkan wajah cantiknya kepada
manusia. Lihat saja bentukmu, monoton, hanya berbentuk lingkaran saja.”
Bulan berusaha meyakinkan Matahari.
“Apa indahnya kalau bumi tetap gelap. Bagaimanapun juga akulah yang
lebih dibutuhkan manusia, bukan kamu!Karena sinarku tumbuh-tumbuhan bisa
hidup, sehingga manusia bisa makan buah-buahan dan sayur-sayuran.” kata
Matahari.
“Tetap
saja bumi akan terlalu panas kalau kau muncul. Manusia tidak bisa tidur
dengan nyaman. Apa untungnya terus bekeja tanpa istirahat, bisa-bisa
seluruh manusia akan mati.” Bulan tidak mau kalah.
Begitulah setiap saat, Matahari dan Bulan selalu bertengkar. Karena
mereka saling berebut muncul, bumi berubah-ubah dengan cepat.
Kadang-kadang terang, tetapi sesaat kemudian menjadi gelap. Manusia,
hewan, dan tumbuh-tumbuhan tidak bisa hidup dengan tenang. Manusia
menderita karena tidak bisa bekerja dan beristirahat dengan nyaman.
Manusia merasa sedih sekali. Karena terus menderita, manusia berdoa
kepada Tuhan agar Bulan dan Matahari tidak bertengkar lagi. Doa tersebut
terdengar oleh Bulan dan Matahari. Mereka pun sadar bahwa mereka
diciptakan untuk memberikan kebahagiaan kepada manusia.
“Matahari, manusia semakin menderita karena ulah kita. Aku minta maaf. ya” kata Bulan.
“Betul Bulan. Aku juga minta maaf. Sebaiknya kita berbagi tugas. Aku
muncul setengah hari, kamu juga muncul setengah hari.” kata Matahari.
“Baiklah Matahari, aku setuju.” Bulan mengiyakan usul Matahari.
Akhirnya, Matahari dan Bulan berbaikan. Mereka muncul secara teratur
dan bergantian. Manusia tidak lagi menderita. Mereka sekarang bisa
mengatur waktu untuk bekerja dan beristirahat. Manusia lalu memberi nama
siang untuk waktu terang dan malam sebagai waktu gelap di bumi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar